Bagaimana perasaan kamu jika
seseorang yang menyanyangimu tulus, kini meninggalkan kamu? Bagaimana
perasaanmu jika sedang memperbaiki hubungan ada orang ketiga? Bagaimana
perasaanmu jika orang yang kamu sayangi kini lebih memilih wanita lain?
Pasti hati terasa teriris perih.
Inilah yang sedang aku rasakan saat ini. Aku mempunyai kisah yang pahit dengan
seseorang. Dan sampai sekarang semua ini terasa mimpi buruk bagiku. Semua ini
dimulai saat aku duduk di bangku kelas 2 SMA. Aku mempunyai pacar yang menurut
pandanganku dia sempurna, dialah segalanya, dia yang selalu mengerti aku,
selalu sabar mengahadapi sifat ke kana-kanakanku, selalu menasehatiku ketika
aku salah, selalu mengarahkanku untuk menjadi dewasa.
Semua terasa indah di kala kita
saling sayang. Bersenda gurau, dulu hanya ada kata aku,kamu dan sayang hanya itu kata yang aku kenal, semua terasa
manis,semua terasa indah. Namun semua itu hanyakah kenangan yang tak perlu diingat
lagi. Semuanya berawal dari kesalahanku yang fatal menyianyiakan orang yang
berarti di kehidupn aku. Saat aku SMP kita saling sayang dan saling mengerti
satu sama lain. Kita sudah pacaran sejak SMP tapi kita putus nyambung sampai
beberapa kali, dan saat kita putus yang terakhir dan dia tak kembali lagi
karena alasan yang tak jelas. Meski kita sudah putus tapi dia selalu menemaniku
kemanapun aku pergi dan dia selalu sabar mengahadapi sifat kekanak-kanakanku.
Tapi aku tau dia pasti lelah dengan
sifat aku yang seperti itu. Bertahun-tahun aku dengan dia. Dia pasti jenuh, dan
aku tau itu. Sampai suatu ketika aku bertengkar hebat dengan dia. Penyebabnya
adalah dia chat dengan cewe lain. Aku paling tidak suka dia chat dengan cewe
lain. Karena aku tidak mau orang yang aku sayang membagi perhatiannya untuk
orang lain. Egois? Ya, mungkin aku ini egois. Tapi dibalik ke egoisanku aku
tidak mau kehilanganya. Karena aku sayang sekali dengannya walau aku sering
marah, tapi tetap aku menyayangi. Kita sering bertengkar gara-gara cewe lain
tapi lalu kita baikan.
Tanggal 16 Agustus, aku berulang
tahun yang ke 17. Aku mengadakan pesta kecil-kecilan bersama teman terdekat
aku. Dan aku mengundang dia walau kita sudah tidak pacaran lagi, aku mau di
umur aku yang ke 17 ada orang yang paling aku sayang yaitu dia. Sore itu aku dan sahabatku datang ke
salah satu cafe yang ada di Bandung untuk Received tempat. Aku menunggu dan
menunggu satu per satu teman ku mulai berdatangan, tapi sampai saat itu dia
belum muncul juga. Acara jam 4 tapi dia belum datang juga, aku khawatir dia
tidak bisa datang. Aku telfon dia katanya dia sedang ada di jalan. Sudah lebih
dari satu jam dia tak datang aku semakin khawatir. Dan akhirnya sekitar jam 6
dia datang juga kekhawatiranku sirna sudah melihat dia datang “Terimakasih ya Allah akhirnya dia datang
juga” ucapku dalam hati.
Acara dimulai, aku memesankan makanan
untuk temanku dan tiba-tiba saat kita sedang asyik bersenda gurau, seorang
pelayan datang menghampiriku membawakan kue ulang tahun dan gambar kue itu
adalah minion. Minion adalah salah satu tokoh kartun favorit aku. Dan aku
senang ketika aku tau kue minion itu dari dia dan aku kaget karena dia yang
sifatnya dingin dan kurang romantis diam-diam menyiapkan surprise yang seperti
itu dan pertama kalinya aku di beri kue ulang tahun dari orang yang aku sayang.
Hari sudah malam dan kita pulang.
Tapi ada satu hal yang membuat ku
kecewa padanya, dia belum mengucapkan selamat ulang tahun padahal aku yang
mengharapkan dia pengucap pertama tapi yasudahlah. Lalu aku mengirim sms
kepadanya.
“Makasih ya
kuenya aku suka banget, gambarnya minion itu favorit aku” ucapku
“Iya
sama-sama. Syukur kalau kamu suka kuenya. Tapi maaf aku ga bisa kasih kado. Cuma
bisa ngasih itu. Gak apa-apa kan?” jawab dia
“Iya gapapa
ko. Aku seneng malah dikasih kue, sebelumnya sama siapapun. Kamu yang pertama.
Makasih ya.”
“Iya
sama-sama.”
Aku heran kenapa dia belum
mengucapkan selamat kepadku. Dan ternyata disaat aku bangun tidur, aku melihat
sms darinya.
Hai sayang.
Selamat ulang tahun ke 17 yaa. Semoga
apa yang kamu inginin tercapai . Aku cuma bisa berdoa yang terbaik buat kamu.
Lebih baik lagi ya. Maaf baru ngucapin, aku cuma mau jadi pengucap terakhir ,
karena aku mau jadi yang terakhir buat kamu hehe. Aku sayang kamu.
LOVE YOU SO MUCH
Dan ketika aku baca pesan darinya, aku
kaget,senang, bahagia. Akhirnya dia mengucapkan selamat juga buat aku, aku kira
dia lupa atau semacemnya.
Beberapa bulan berlalu kita masih
saling sayang, masih bercanda dan kemana-kemana selalu bersama. Saat itu memang
salahku dia mengajakku balikan aku menolaknya dengan alasan aku ingin fokus
untuk studiku. Dan aku malah menyuruhnya dengan yang lain tapi aku menyuruh dia
dengan yang lain itu karena aku tau bahwa dia tak akan meninggalkanku, karena
aku tau Dia pasti sayang sama aku.
Tapi, aku menyesal menyuruh dia
seperti itu kalau akhirnya dia kini benar-benar dengan yang lain. Dan aku trus
mencegah agar dia tidak dengan yang lain, aku mempertahankan hubungan ini
semampu aku tapi apa daya usaha ku semua sia-sia.
Dia bilang ini semua sudah terlambat
dia sudah tidak nyaman dengan aku lagi. Dia sudah terlanjur nyamand dengan yang
lain. Disitu aku kecewa sekali memang salahku aku biarkan dia memilih yang
lain. Tapi apa yang harus aku lakukan? Disaat aku masih sayang dengan dia dan
tidak bermaksud untuk menyakiti dia. Bertahan? Merelakan dia? Jujur aku tidak
bisa merelakan dia pergi karena dia yang bertahun-tahun menemaniku disaat aku
lemah. Aku mencoba untuk memberi pengertian kepadanya tapi dia bilang ini sudah
terlanjur. Dan akhirnya aku menyerah dan aku berfikir jika aku sayang dengan
dia, lebih baik aku ikhlaskan dia dengan yang lain dan bahagia. Meski berat
tapi aku harus merelakannya.
Dan sekarang aku menyesal tidak bisa
membuat dia nyaman, tidak bisa membuat dia bahagia dengan aku. Aku percaya di
balik kisah aku yang pahit ini pasti ada kisah manis.
Dan sampai sekarang aku masih
merindukan seorang yang aku sayang yaitu dia.
Uhuk curhat??? Wkwk =))
BalasHapusBahasanya masih perlu di perbaiki, tapi bagus kok. Semangat bikin cerita lagi yaa ^^
makasih sarannya desi heheh =))
BalasHapus